Pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh menghadapi tantangan serius akibat peningkatan volume timbulan sampah yang mencapai 50,86 ton/hari serta keterbatasan lahan untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh dan merumuskan strategi kebijakan yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan teknik analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS) menggunakan perangkat lunak Rapfish untuk menentukan indeks keberlanjutan pada lima dimensi: lingkungan, ekonomi, sosial, hukum dan kebijakan, serta teknologi dan infrastruktur. Selanjutnya, dilakukan analisis Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk memetakan hubungan hierarkis antar elemen strategis dan mengidentifikasi variabel kunci menggunakan analisis MICMAC. Hasil analisis MDS menunjukkan indeks keberlanjutan rata-rata multidimensi sebesar 65,33 yang dikategorikan sebagai “Cukup Berkelanjutan”, dengan dimensi sosial memiliki nilai tertinggi (89,29) dan dimensi teknologi serta infrastruktur terendah (55,25). Analisis leverage mengidentifikasi atribut kunci seperti penerapan teknologi TPA dan efektivitas penegakan hukum sebagai faktor pengungkit utama. Hasil pemodelan ISM menunjukkan bahwa ketersediaan Peraturan Daerah (HK1) serta kesadaran masyarakat (S2) merupakan elemen fundamental (independent variables) yang memiliki daya dorong (driving power) kuat bagi keberhasilan sistem secara keseluruhan. Rekomendasi strategis difokuskan pada penguatan penegakan hukum, modernisasi infrastruktur TPA, dan peningkatan kemitraan investasi swasta untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan sampah jangka panjang di Kota Sungai Penuh. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Keberlanjutan, MDS, Rapfish, ISM, Kota Sungai Penuh
Copyrights © 2026