ABSTRAK Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah program layanan kesehatan ibu dan anak yang diselenggarakan oleh warga di tingkat Rukun Warga dengan dukungan teknis tenaga kesehatan. Kegiatan Posyandu merupakan bagian dari kegiatan organisasi perempuan yang bernama PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Pelaksana kegiatan Posyandu adalah anggota PKK dan mereka disebut Kader Posyandu. Para Kader Posyandu kebanyakan sangat terampil dan aktif di masyarakat sehingga mereka seringkali juga dilibatkan oleh desa untuk berbagai kegiatan selain bidang kesehatan. Namun, kegiatan Posyandu kini tidak hanya berperan dalam bidang kesehatan melainkan dalam bidang lainnya. Penelitian ini dilakukan di Desa Cipacing sebuah Desa yang bersifat sub-urban di Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini menelusuri dan menggambarkan peran para perempuan kader Posyandu selain di bidang kesehatan. Metode yang dilakukan adalah metode kualitatif-etnografi dengan Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pengamatan terlibat dan wawancara mendalam pada kader-kader Posyandu dan para warga desa. Analisis dilakukan dengan merujuk pada kerangka teori peran sosial-kultural dan teori peran gender. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para perempuan kader Posyandu memiliki peran sosial-budaya penting, diantaranya sebagai agen pemberdayaan ekonomi, aktivis sosial, aktivis keagamaan, pelestari tradisi lokal, serta pemegang otoritas kewilayahan. Di dalam menjalankan peran-peran itu, mereka tetap mengakar pada peran gender mereka sebagai perempuan. Kata Kunci: Perempuan, Kader, Posyandu, Peran Sosial-budaya, GenderABSTRACT Posyandu (Integrated Service Post) is a maternal and child healthcare program organized by community members at the neighborhood level (Rukun Warga) with technical support from healthcare workers. Posyandu activities are part of a women’s organization called PKK (Family Welfare Empowerment). The activities are carried out by PKK members known as Posyandu Cadres. These cadres are often highly skilled and active in the community, which leads to their involvement in various village activities beyond healthcare. However, Posyandu activities today encompass not only health-related roles but also other areas. This study was conducted in Cipacing Village, a semi-urban area in West Java. The purpose of the research is to explore and describe the roles of female Posyandu cadres beyond the healthcare sector. The study uses a qualitative-ethnographic method, with data collected through participant observation and in-depth interviews with Posyandu cadres and village residents. The analysis refers to the theoretical frameworks of socio-cultural roles and gender roles. The findings show that female Posyandu cadres hold important socio-cultural roles, including serving as agents of economic empowerment, social activists, religious activists, preservers of local traditions, and holders of territorial authority. In performing these roles, they remain rooted in their gender roles as women.Keywords: Women, Cadres, Posyandu, Social-Cultural role, gender
Copyrights © 2025