Pembangunan perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu pilar utama ekonomi nasional Indonesia. Namun, ekspansinya menimbulkan dampak sosial dan ekologis yang kompleks. Artikel ini mengulas model sosio-ekologis yang dapat menjembatani kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam konteks pencapaian Asta Cita Indonesia Emas 2045. Berdasarkan telaah literatur dari berbagai studi nasional dan internasional (2015–2024), ditemukan bahwa model yang efektif harus mempertimbangkan keseimbangan antara produktivitas, keberlanjutan ekosistem, dan kesejahteraan komunitas lokal. Pendekatan ini menekankan pentingnya integrasi aspek ekologis (fungsi tanah, keanekaragaman hayati), sosial (kesejahteraan petani, keadilan lahan), dan kebijakan (sertifikasi berkelanjutan, tata kelola partisipatif). Kajian ini merekomendasikan pengembangan model sosio-ekologis terpadu berbasis sistem dinamik dan pendekatan multi-pihak untuk mendukung transformasi perkebunan sawit yang berkeadilan dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Copyrights © 2025