Keberlanjutan pengelolaan kelapa sawit merupakan persoalan sosial-ekologis yang melibatkan interaksi kompleks antara komponen biofisik dan sosial di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pengetahuan ekologi tumbuhan dan kearifan lokal dalam pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan melalui pendekatan systematic literature review yang disusun secara analitik. Berbeda dengan kajian terdahulu yang cenderung bersifat deskriptif dan menempatkan dimensi ekologi serta sosial secara terpisah, penelitian ini menekankan analisis hubungan antar komponen sebagai satu sistem yang saling berinteraksi. Proses penelaahan dilakukan dengan menyeleksi dan menganalisis literatur relevan untuk mengidentifikasi pola relasi yang berulang antara fungsi ekologi tumbuhan dan mekanisme pengaturan sosial berbasis kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan kelapa sawit tidak dapat dipahami sebagai konsekuensi dari penerapan satu pendekatan tunggal, melainkan sebagai keluaran dari keterpaduan batas dan kapasitas ekosistem dengan norma, nilai, serta praktik lokal yang mengarahkan perilaku pengelolaan. Pengetahuan ekologi tumbuhan berperan dalam menetapkan batas biofisik sistem, sementara kearifan lokal berfungsi sebagai mekanisme internal yang memastikan praktik pengelolaan tetap berada dalam batas tersebut. Integrasi kedua komponen ini membentuk struktur sistem pengelolaan yang lebih adaptif dan stabil dibandingkan pendekatan parsial yang hanya menekankan aspek teknis atau regulatif. Penelitian ini berkontribusi dengan menyusun kerangka konseptual terstruktur yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan indikator keberlanjutan dan evaluasi pengelolaan kelapa sawit berbasis bukti, serta membuka peluang bagi pengujian empiris pada berbagai konteks lokal di masa mendatang.
Copyrights © 2025