Penelitian ini menganalisis trade-off antara akumulasi modal konvensional dan investasi hijau serta kelayakan pencapaian target lingkungan dengan mempertahankan output ekonomi. Analisis menggunakan model keseimbangan dengan kalibrasi ekonomi terbatas Indonesia berdasarkan data World Bank dan Penn World Table periode 2020–2023. Kualitas lingkungan dinyatakan sebagai indeks hipotetis, sedangkan regenerasi lingkungan, efektivitas investasi hijau, dan intensitas polusi ditetapkan sebagai parameter skenario. Pengujian mencakup variasi alokasi investasi hijau, identifikasi kandidat knee point, penentuan ambang lingkungan, serta perbandingan teknologi dan intensitas polusi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan alokasi investasi hijau menurunkan modal dan output keseimbangan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pada skenario utama, dengan manfaat lingkungan marginal yang menurun. Kandidat knee point ditemukan pada alokasi 15,3%, tetapi tidak diinterpretasikan sebagai tingkat investasi optimal. Pada skenario intensitas polusi tinggi, peningkatan efektivitas teknologi dari 3 menjadi 5 menurunkan alokasi minimum untuk mencapai indeks lingkungan 80 dari 30,384% di luar rentang utama menjadi 20,450%, serta mengurangi kehilangan output dari 21,451% menjadi 14,146%. Pada skenario intensitas polusi rendah, target lingkungan telah terpenuhi tanpa pengalihan investasi tambahan. Target lingkungan dan batas kehilangan output 5% belum terpenuhi bersamaan pada skenario polusi tinggi dengan kedua tingkat teknologi yang diuji. Temuan ini memperjelas peran efektivitas teknologi dan intensitas polusi dalam kelayakan target gabungan. Hasil merupakan perbandingan bersyarat antarskenario, bukan prediksi kondisi aktual Indonesia, karena manfaat produktivitas investasi hijau belum diperhitungkan.
Copyrights © 2025