Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani bergabung dalam kemitraan dan dampaknya terhadap kinerja usahatani tebu rakyat. Survei dilakukan pada bulan Desember 2023 sampai Maret 2024. Sampel pada penelitian ini berjumlah 189 responden yang terdiri dari 96 petani mitra dan 93 petani non mitra. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dan Propensity Score Matching (PSM) untuk membandingkan kinerja petani mitra dan non mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi petani bergabung dalam kemitraan meliputi umur, pendidikan, jumlah anggota keluarga, jarak lokasi mitra, jarak lokasi pabrik, dan sikap terhadap risiko, sedangkan luas lahan, pengalaman usahatani, dan frekuensi penyuluhan tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan analisis Propensity Score Matching (PSM), kemitraan secara signifikan meningkatkan pendapatan, biaya produksi, biaya transaksi, dan produktivitas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap harga jual tebu. Meskipun kemitraan meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan efisiensi biaya usahatani, beberapa kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan informasi pasar, penentuan rendemen yang tidak transparan, serta biaya tambahan akibat antrean di pabrik. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan agribisnis tebu di Indonesia.
Copyrights © 2025