Mahasiswa baru berada pada fase transisi remaja menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan akademik, sosial, dan psikologis. Kegagalan beradaptasi dengan tanggung jawab perkuliahan dapat memicu stres dan bahkan depresi, sehingga dukungan sosial dari keluarga dan teman menjadi faktor perlindungan yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara dukungan sosial dan tingkat depresi pada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, deskriptif, korelasional, dan desain cross sectional. Sampel berjumlah 259 mahasiswa semester dua yang dipilih melalui Proportional Random Sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner MSPSS untuk mengukur persepsi dukungan sosial dan DASS-42 untuk menilai tingkat depresi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 19 tahun, berjenis kelamin perempuan, serta memperoleh dukungan sosial tinggi (66,0%). Hampir setengah responden berada pada kategori normal tanpa depresi (46,7%). Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara dukungan sosial dan depresi (ρ = -0,222; p < 0,001), yang menandakan bahwa peningkatan dukungan sosial berkorelasi dengan berkurangnya tingkat depresi. Kesimpulannya, dukungan sosial berperan penting dalam mencegah depresi pada mahasiswa baru, terutama selama masa adaptasi awal di perguruan tinggi.
Copyrights © 2026