Desa Baros di Kabupaten Bandung memiliki kekayaan budaya dan lingkungan yang potensial untuk dikembangkan sebagai desa wisata berkelanjutan. Salah satu praktik budaya yang masih lestari adalah tradisi Liwetan, yaitu makan bersama di atas daun pisang yang sarat nilai sosial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelestarian tradisi Liwetan serta merancang media informasi berupa video dokumentasi dan buku untuk mendokumentasikan kegiatan budaya tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatoris, dengan tahapan sosialisasi awal, observasi partisipatif, penyelenggaraan forum Liwetan, Focus Group Discussion, serta produksi media informasi. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa bersama warga, pemerintah desa, komunitas lokal, serta mitra komunitas Forum Bebenah Lemah Cai sebagai aktor kunci dalam identifikasi masalah dan solusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Liwetan dapat difungsikan sebagai forum diskusi partisipatif untuk mengidentifikasi potensi desa, seperti pelestarian mata air, seni budaya lokal, dan penguatan UMKM. Media video dokumentasi dan buku laporan dirancang sebagai alat advokasi dan dokumentasi formal yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan dan publik luas. Pendekatan ini juga memperkuat kohesi sosial, membangun jejaring, dan menumbuhkan kesadaran kolektif warga terhadap pelestarian lingkungan dan budaya. Temuan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi antara kearifan lokal dan strategi komunikasi visual dalam pembangunan desa. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran warga sebagai subjek pembangunan, tetapi juga memberikan model partisipatif yang dapat direplikasi di konteks desa wisata lain secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025