Penelitian ini menganalisis persepsi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terhadap laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP). Latar belakang masalah menunjukkan bahwa banyak UKM di Indonesia, termasuk Toko Aulia di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, masih menghadapi kendala mendasar dalam praktik pencatatan keuangan mereka. Mereka sering menggunakan metode sederhana dan manual, yang berakibat pada kesulitan serius dalam pemantauan kemajuan usaha bulanan, rentan terhadap kesalahan perhitungan, dan secara signifikan menghambat potensi pengembangan bisnis mereka. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya informasi akuntansi yang akurat dan relevan, serta implementasi SAK-ETAP sebagai kerangka kerja akuntansi yang disederhanakan untuk entitas non-publik, menjadi faktor krusial dalam situasi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara komprehensif bagaimana persepsi pelaku UKM di Toko Aulia terhadap penyusunan dan manfaat laporan keuangan yang disusun sesuai SAK-ETAP. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini berupaya menggali secara mendalam pandangan dan pengalaman pelaku usaha. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoritis yang berarti bagi pengembangan ilmu akuntansi, khususnya terkait peningkatan kualitas pelaporan keuangan bagi entitas berskala daerah. Secara praktis, studi ini bertujuan membantu dalam memahami permasalahan akuntansi spesifik yang dihadapi UKM serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan, menyoroti tantangan dan potensi adopsi SAK-ETAP untuk keberlanjutan dan pertumbuhan UKM di era kompetitif ini.
Copyrights © 2025