Transformasi digital dalam tata kelola administrasi pemerintahan menuntut optimalisasi teknologi informasi, termasuk dalam pengelolaan kearsipan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) dapat meningkatkan kinerja Kementerian Agama Republik Indonesia. Fokus utama penelitian adalah menganalisis intensitas dan frekuensi penggunaan aplikasi SRIKANDI serta efektivitasnya berdasarkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi dokumen dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan SRIKANDI sangat tinggi, ditandai oleh jumlah pengguna aktif, cakupan unit kerja, serta kebijakan institusional yang mewajibkan penggunaan aplikasi tersebut. Melalui indikator TAM, aplikasi ini terbukti mempercepat proses kerja, meningkatkan produktivitas dan efektivitas, serta mempermudah pelaksanaan tugas administratif. Selain itu, kemudahan antarmuka dan pelatihan teknis menjadikan aplikasi SRIKANDI mudah dipelajari dan diadopsi secara luas oleh ASN. Aplikasi ini juga terbukti bermanfaat dalam mendukung prinsip good governance seperti efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Kontribusi penelitian ini terletak pada fokusnya yang spesifik terhadap Kementerian Agama RI, yang belum banyak diteliti sebelumnya, serta rekomendasi strategis untuk optimalisasi layanan kearsipan berbasis digital. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi pengambilan kebijakan, pengelolaan kearsipan, dan studi lebih lanjut mengenai penerapan teknologi informasi di sektor publik.
Copyrights © 2025