Posyandu merupakan tempat kegiatan terpadu KB Kesehatan ditingkat desa karena dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai instansi. Upaya peningkatan peran dan fungsi posyandu bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di masyarakat termasuk kader. Posyandu menyediakan layanan untuk seluruh sasaran siklus kehidupan mulai dari ibu hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, anak prasekolah, usia sekolah dan remaja usia dewasa dan lansia. Diharapkan melalui posyandu masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang paripurna berupa kesehatan ibu dan anak (KIA), pelayanan Keluarga Berencana, perbaikan gizi dan penanggulangan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan frekuensi kunjungan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kassi – Kassi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu rumah tangga binaan posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki balita dan terdaftar pada setiap posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi, jumlah sampel sebanyak 235 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara langsung kepada ibu yang mempunyai balita dengan menggunakan kuesioner yang telah disediakan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan menggunakan program komputer SPSS dengan menggunakan uji Chi Square, sedangkan penyajian data dalam bentuk tabel disertai penjelasan.Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang posyandu maka semakin tinggi pula frekuensi kunjungan posyandu, semakin ramah kader dalam memberikan pelayanan di posyandu maka semakin tinggi pula frekuensi kunjungan posyandu, dukungan yang diberikan oleh suami terhadap ibu dan jumlah anak balita dalam keluarga tidak mempunyai hubungan dengan frekuensi kunjungan ibu ke posyandu.
Copyrights © 2025