Kekerabatan merupakan unsur penting dalam struktur sosial, berupa jaringan hubungan kompleks yang terbentuk melalui ikatan darah atau perkawinan. Seseorang dianggap kerabat bila memiliki pertalian darah atau hubungan genealogis dengan anggota lain. Dalam kehidupan sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri; hubungan antarmanusia maupun antarkelompok menjadi dasar terciptanya kerja sama dan ketergantungan sosial. Pada masyarakat Pandai kekerabatan terwujud melalui kehidupan berkelompok dan kerja sama lintas wilayah. Pola kekerabatan ini diwariskan secara turun-temurun dan masih terjaga hingga kini. Penelitian ini bertujuan menggambarkan sistem kekerabatan masyarakat pantai dan gunung di Desa Pandai, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kerangka interaksionisme simbolik, penelitian ini menampilkan gambaran perilaku dan tindakan sosial terkait pola kekerabatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan sistem suku serta praktik gotong royong yang memperkuat solidaritas. Kekerabatan tercermin dalam rasa kebersamaan, kesatuan kepentingan, simpati, dan identitas kelompok yang mengutamakan kepentingan kolektif dibandingkan individu. Norma dan aturan adat menjadi pedoman interaksi sehari-hari. Ungkapan tradisional “watang nong karajang woto tobo” dan “woto nong karajang watang tobo” menegaskan bahwa pekerjaan penting harus dilakukan bersama oleh masyarakat pantai dan gunung. Prinsip saling membutuhkan ini menjadi inti kekerabatan yang tetap bertahan hingga kini.
Copyrights © 2025