Burnout adalah suatu kondisi emosional seseorang ketika merasa jenuh dan lelah secara fisik dan mental dikarenakan adanya tuntutan pekerjaan yang meningkat. Untuk menghilangkan burnout yang rendah maka diperlukan lingkungan kerja (fisik) yang tinggi pada lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan lingkungan kerja (fisik) dengan burnout. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 70 orang guru. Teknik sampling yang digunakan metode total sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis product moment. Menggunakan skala burnout yang di modifikasi oleh Suprapti (2020) yang berlandaskan pada aspek dari Maslach dan variabel lingkungan kerja (fisik) modifikasi oleh Adha, dkk (2019) menggunakan skala Sedarmayanti. Koefisien reliabilitas skala lingkungan kerja (fisik) 0,807, burnout 0,664. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,081 dengan (p) sebesar 0.285 (P>0,05), maka hipotesis ditolak. Hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara lingkungan kerja (fisik) dengan burnout. Hal ini menunjukkan adanya faktor lain yang mempengaruhi burnout pada guru selain lingkungan kerja (fisik)
Copyrights © 2025