Penyempurnaan sifat tolak air merupakan proses modifikasi permukaan serat kain dengan bahan kimia guna meningkatkan kemampuan kain dalam menahan penetrasi air. Resin berbasis fluorokarbon umum digunakan dalam proses ini, namun senyawa seperti PFOA dan PFOS yang dikandungnya bersifat toksik dan membahayakan kesehatan. Penelitian ini mengembangkan alternatif berbahan alam berupa resin tolak air non-fluorokarbon dari silika sekam padi, yang disintesis melalui metode sol-gel dengan bantuan agen kopling silan NXT (3-Octanoylthio-1-propyltriethoxysilane). Aplikasi resin dilakukan pada kain poliester dengan metode pad-dry-cure, menggunakan variasi pH 5, 7, dan 9. Pengujian meliputi FTIR, uji siram, sudut kontak, kekuatan tarik, kelangsaian, serta ketahanan terhadap pencucian berulang. Hasil terbaik diperoleh pada pH 5, dengan nilai uji siram awal 80 dan menurun menjadi 50 setelah lima kali pencucian. Sudut kontak mencapai 130,71° sebelum pencucian dan tetap di atas 124° setelah lima siklus pencucian, menunjukkan daya tolak air yang stabil. Kekuatan tarik mencapai 27,13 N (lusi) dan 26,60 N (pakan), sementara kelangsaian masing-masing sebesar 38,97% (depan) dan 37,88% (belakang). Hasil ini menunjukkan bahwa resin silika dari sekam padi yang dimodifikasi NXT efektif sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti fluorokarbon. Kata kunci: silika; silane kopling agnet NXT (3-Octanoylthio-1-propyltriethoxysilane); sol gel; pad-dry-cure; penyempurnaan tolak air
Copyrights © 2025