Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen risiko yang diterapkan oleh minimarket tradisional, khususnya warung Madura di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, dalam menghadapi persaingan dengan minimarket modern. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen utama berupa kuesioner berbasis skala Likert 1–5. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 pemilik atau pengelola warung Madura di wilayah tersebut, dengan pengambilan sampel sebanyak 30 responden menggunakan teknik purposive sampling. Alat analisis yang digunakan meliputi tabulasi data, analisis deskriptif frekuensi, serta interpretasi naratif secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan persepsi responden terhadap pelaksanaan manajemen risiko berada pada kategori Tinggi (4.196). Strategi mitigasi yang paling dominan dan efektif adalah pengelolaan inventaris rutin untuk menghindari penumpukan barang (4.367) serta penguatan hubungan personal dengan pelanggan sebagai keunggulan kompetitif lokal (4.333). Selain itu, pelaku usaha mulai melakukan adaptasi digital melalui penyediaan layanan pembayaran non-tunai untuk meminimalisir risiko kehilangan pelanggan di era modernisasi.
Copyrights © 2024