Penelitian ini mengkaji pengaruh kepuasan kerja terhadap niat untuk pindah pekerjaan di kalangan pengemudi layanan ride-hailing di Indonesia, dengan fokus pada wilayah Jabodetabek. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 120 pengemudi aktif Gojek, Grab, dan Maxim yang telah bekerja minimal enam bulan. Kepuasan kerja diukur melalui dimensi seperti kompensasi, kondisi kerja, hubungan dengan perusahaan, fleksibilitas, dan peluang pengembangan, sementara niat untuk pindah kerja diukur melalui niat pengemudi untuk mencari pekerjaan lain, keinginan untuk berhenti, dan kemungkinan untuk beralih platform. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0.80. Analisis regresi menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki efek signifikan dan negatif terhadap niat turnover (β = -0.452, p < 0.05), menjelaskan 30,5% varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemudi dengan tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi cenderung tidak akan resign atau beralih platform, sementara ketidakpuasan, terutama terkait pendapatan dan insentif, meningkatkan niat untuk resign. Studi ini berkontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia di ekonomi gig dengan memberikan wawasan kontekstual dari Indonesia dan memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan ride-hailing untuk meningkatkan transparansi pendapatan, memperkuat keterlibatan pengemudi, dan merancang program loyalitas untuk mempertahankan pengemudi.
Copyrights © 2026