Hepatotoksisitas adalah salah satu efek samping yang serius dari pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT), khususnya yang melibatkan isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana N-Acetylcysteine (NAC) dapat mengurangi risiko hepatotoksisitas pada pasien TBC yang menerima terapi OAT di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini non eksperimental analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Metode ini digunakan untuk melihat hubungan N-Acetylcysteine dalam menurunkan risiko hepatotoksisitas pada pasien TBC yang menjalani terapi di RSUD Pasar Rebo. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kadar SGOT (p=0,001) dan SGPT (p=0,004) antara kelompok yang diberikan N-Acetylcystein dan yang tidak. Selain itu, ditemukan pula hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan efektivitas N-Acetylcystein (SGOT p=0,038; SGPT p=0,019), tetapi tidak ada hubungan yang signifikan dengan usia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan N-Acetylcysteine terbukti efektif dalam mengurangi risiko hepatotoksisitas yang disebabkan oleh terapi OAT.
Copyrights © 2026