Erosi tanah merupakan permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan terhadap degradasi lahan dan penurunan produktivitas wilayah DAS. SubDAS Bangsal, Kabupaten Mojokerto, memiliki kondisi topografi curam dan dinamika perubahan penggunaan lahan yang menjadikannya rentan terhadap erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju erosi serta menentukan tingkat bahaya erosi (TBE) pada berbagai penggunaan lahan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi curah hujan, sifat fisik dan kimia tanah, kemiringan lereng, serta tutupan lahan. Nilai erosi yang dihasilkan kemudian dibandingkan dengan erosi yang dapat ditoleransikan (EDP) untuk menghitung indeks bahaya erosi (IBE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi bervariasi antara 0,18 hingga 438,96 ton/ha/tahun, dengan nilai tertinggi ditemukan pada lahan tegalan dan kebun yang memiliki penutupan lahan rendah dan kemiringan lereng tinggi. Sebaliknya, lahan hutan menghasilkan laju erosi sangat rendah. Nilai TBE yang diperoleh mencakup kategori sangat ringan hingga sangat berat, sementara nilai IBE menunjukkan kelas sangat rendah hingga sangat tinggi, terutama pada wilayah pertanian di lereng curam. Analisis regresi mengidentifikasi faktor C dan P sebagai variabel paling berpengaruh signifikan terhadap laju erosi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan vegetasi dan penerapan tindakan konservasi untuk menekan tingkat erosi di SubDAS Bangsal.
Copyrights © 2025