Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan perkembangan metode penapisan kanker payudara melalui mammografi dan ultrasonografi (USG), serta meninjau kontribusi teknologi modern seperti contrast-enhanced mammography (CEM), Automated Breast Ultrasound (ABUS), dan kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan akurasi deteksi dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi pustaka, dengan sumber data berupa artikel ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi akademik terkini dari tahun 2015 hingga 2025. Data dianalisis melalui proses identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, dan penarikan kesimpulan induktif untuk memperoleh pemahaman komprehensif terhadap efektivitas dua modalitas utama skrining kanker payudara. Hasil kajian menunjukkan bahwa mammografi masih menjadi standar emas dalam deteksi dini, namun efektivitasnya meningkat signifikan ketika dikombinasikan dengan USG, khususnya pada wanita dengan densitas payudara tinggi. Inovasi berbasis AI dan CEM terbukti mampu menurunkan tingkat false positive dan meningkatkan sensitivitas serta efisiensi interpretasi citra. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konsep personalized screening berbasis risiko individu, sementara secara praktis, temuan ini mendukung integrasi teknologi cerdas dalam sistem skrining nasional untuk meningkatkan pemerataan diagnosis dan penanganan kanker payudara. Kesimpulannya, pendekatan multimodalitas berbasis AI menjadi arah strategis masa depan dalam deteksi kanker payudara yang lebih akurat, cepat, dan adaptif terhadap kebutuhan pasien.
Copyrights © 2025