Melihat isu ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan anak, tidak lepas dari kontruksi sosial masyarakat Indonesia tentang peran gender antara laki-laki dan perempuan. Budaya patriarki sebagai salah satu alasan ketidakhadiran ayah dalam perkembangan anak di Indonesia. Masyarakat menganggap bahwa mengurus rumah tangga adalah tugas para ibu sedangkan tugas ayah sebatas mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarga. Asumsi ini memunculkan stigma bahwa segala hal terkait urusan rumah tangga dilimpah kepada ibu, termasuk dalam pengasuhan anak. Tulisan ini menganalisis tentang karakter Fatherman dalam Al-Qur’an dan penafsirannya, serta implikasi dalam membentuk keluarga yang harmonis yang berlandaskan islam, memberikan wawasan lebih tentang bagaimana peran ayah dalam keluarga dan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter anak. Dapat disimpulkan bahwa peran ayah terhadap pola asuh anak sangatlah penting sebagaimana dalam Al-Qur’an. Ayah memiliki peran sebagai penyandang ekonomi, pembimbing, pelindung dalam keluarga. Fenomena fatherless menjadi masalah serius yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, Al-Qur’an menekankan peran penting fatherman dalam keluarga.
Copyrights © 2025