Fenomena quiet quitting yang marak di kalangan tenaga kerja muda, khususnya di industri kreatif Indonesia, mencerminkan penurunan keterlibatan emosional dan motivasi kerja akibat beban kerja berlebih, gaya kepemimpinan otoriter, serta budaya organisasi yang kurang inklusif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengidentifikasi penyebab dan merumuskan strategi manajemen kantor yang efektif dalam menghadapi fenomena tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan empatik, budaya kerja kolaboratif, serta perhatian terhadap kesejahteraan psikologis karyawan dapat menekan kecenderungan quiet quitting dan meningkatkan loyalitas serta produktivitas. Dengan demikian, strategi manajemen yang berorientasi pada kesejahteraan, komunikasi dua arah, dan fleksibilitas kerja menjadi kunci dalam membangun lingkungan kerja kreatif yang adaptif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025