Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosiolinguistik yang mendorong praktik alih kode serta menganalisis aspek pergeseran kaidah linguistic Bahasa Indonesia bentuk campur kode yang terjadi pada Generasi Z dan Generasi Alpha, khususnya dalam konteks penggunaan bahasa sehari-hari di lingkungan digital dan sosial. Fenomena alih kode dan campur kode yang kian masif menunjukkan adanya pergeseran kaidah linguistik yang dapat berdampak pada kelestarian bahasa ibu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan landasan teori sosiolinguistik, penelitian ini dilakukan terhadap kelompok usia 12–22 tahun melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi teks lisan dan tertulis di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dipicu oleh faktor identitas sosial, dominasi bahasa Inggris dalam media digital, dan adaptasi terhadap komunitas global. Campur kode ditemukan sebagai strategi komunikasi yang dianggap modern dan ekspresif, namun juga mengindikasikan melemahnya dominasi bahasa ibu dalam konteks tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik linguistik Generasi Z dan Alpha dipengaruhi oleh dinamika sosial, digitalisasi, serta perubahan orientasi nilai bahasa yang berdampak terhadap keberlangsungan bahasa local yang berpotensi pada pergeseran kaidah Bahasa Indonesia.
Copyrights © 2025