Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian wisata bahari untuk kegiatan snorkeling, diving dan rekreasi pantai. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesesuaian wisata bahari konsep kesesuaian oleh Yulianda et al 2010, analisis daya dukung lingkungan menurut Cifuentes dan merumuskan strategi pengembangan wisata bahari melalui SWOT. Hasil dari analisis hasil kesesuaian wisata bahari yang dilakukan Pantai Penida memiliki kategori S2 (sesuai bersyarat) dengan IKW sebesar 66,75% untuk snorkeling dan diving 64,81% dan kategori wisata rekreasi pantai kategori S1 (sangat sesuai) dengan nilai IKW sebesar 81,11%. Hasil perhitungan analisis daya dukung fisik di Pantai Penida diperoleh hasil bahwa kunjungan wisatawan yang diperbolehkan adalah pada kegiatan wisata selam sebesar 5.082 orang per tahun, kegiatan snorkeling sebesar 1.545.291 orang per tahun, dan rekreasi pantai sebesar 103.092 orang per tahun. Analisis daya dukung aktual diperoleh sebesar 2.730 orang per tahun untuk kegiatan selam, kegiatan snorkeling sebesar 736.826 orang per tahun dan kegiatan rekreasi pantai 99.999 orang per tahun. Hasil perhitungan daya dukung wisata efektif sebesar 1815 orang per tahun, sebesar 508563 per tahun untuk kegiatan snorkeling dan kegiatan rekreasi pantai sebesar sebesar 68.970 orang per tahun. Strategi pengembangan wisata bahari antara lain melakukan kegiatan Beach Clean Up, monitoring dan pemantauan ekosistem terumbu karang, membuka penyediaan alat – alat diving, memberikan edukasi kepada masyarakat, penyediaan tempat sampah, ruang ganti, shower, air bersih, sinage, information, area yang menjual souvenir dan bangunan penahan ombak untuk mendukung Event Festival Nusa Penida. Memaksimalkan awig – awig, kegiatan rutin patroli, penambahan fasilitas keamanan dan pembatasan kunjungan wisatawan. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan permohonan dana untuk pengembangan fasilitas pariwisata, pemberian informasi terkait KKP, pelatihan bahasa inggris, dan konsistensi pelaksanaan awig – awig.
Copyrights © 2025