Perkembangan digital dalam perencanaan jaringan listrik desa mendorong penggunaan Sistem Informasi Geografis sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan. Meskipun demikian, keberhasilan dari pelaksanaan sistem ini sangat bergantung pada tingkat penerimaan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap Sistem Informasi Geografis dengan mengembangkan Technology Acceptance Model melalui penambahan karakteristik individu dan literasi informasi, karakteristik sistem dan teknologi, serta proses dan dukungan organisasi. Data penelitian didapatkan dari hasil survei online yang melibatkan pengguna Sistem Informasi Geografis dalam perencanaan listrik desa dan dianalisis dengan menggunakanpendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap penggunaan dan keinginan untuk bertindak memiliki peran yang signifikan dalam mendorong penggunaan sistem yang sebenarnya. Karakteristik teknis dari sistem dan dukungan organisasi terbukti memiliki dampak pada persepsi mengenai kegunaan dan kemudahan penggunaan. Sebaliknya, karakteristik individu tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan Sistem Informasi Geografis lebih dipengaruhi oleh kualitas sistem dan dukungan organisasi daripada oleh kemampuan individu pengguna.
Copyrights © 2025