Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi sehingga bangunan gedung dengan kapasitas besar memiliki risiko signifikan terhadap kerusakan atau keruntuhan akibat gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dari struktur bangunan agar dapat diketahui perilaku keruntuhan dan tingkat keamanannya. Evaluasi dilakukan menggunakan jenis analisis nonlinier yaitu analisis pushover dengan perangkat lunak SAP2000 yang berpedoman pada SNI 1726:2019 dan ATC-40. Objek merupakan gedung perkuliahan eksisting setinggi 33,5 m yang dibangun dalam rentang tahun 2011-2014. Pemodelan 3D didasarkan pada data sekunder perencanaan dan as-built drawing yang disederhanakan. Hasil penelitian menunjukkan pada titik kinerja didapat kapasitas gaya geser dasar (V) arah X mencapai 4.069.218 kg dan arah Y 4.102.830 kg; serta perpindahan (D) arah X sebesar 0,267 m dan arah Y 0,268 m. Dikarenakan berasal dari titik kinerja, maka kapasitas gaya geser dasar gedung dipastikan sudah memenuhi kapasitas pemintaannya dan perpindahan ada dalam kategori aman karena tidak melebihi perpindahan izinnya yaitu 0,01 dari tinggi gedung. Pada kasus keruntuhan gedung, terlihat fenomena lantai lunak yang mengakibatkan mekanisme keruntuhan pancake dimana kolom mengalami sendi plastis secara global dan balok pada beberapa lapis lantai yang ada akan runtuh secara bertumpuk menyerupai pancake. Berdasarkan tabel batasan deformasi ATC-40, gedung memiliki level kinerja yang sangat baik yaitu Immediate Occupancy (IO). Level tersebut diperoleh dari perhitungan simpangan total maksimum arah X sebesar 0,00797 dan arah Y 0,00800; serta simpangan inelastis maksimum sebesar 0,00450 dan 0,00454 untuk arah X dan Y. Dapat disimpulkan bahwa Gedung Perkuliahan Bertingkat Tinggi mampu menahan beban gempa efektifnya dan jika terjadi gempa gedung hanya akan mengalami kerusakan minor nonstruktural. Kata kunci: analisis beban dorong, SAP2000, level kinerja
Copyrights © 2026