Globalisasi dan modernisasi mengancam kelestarian bahasa dan adat Minahasa yang telah berabad-abad menjadi wahana nilai-nilai Kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Pendekatan Pastoral Kebudayaan Robert J. Schreiter sebagai solusi teologis-praktis dalam merespons tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif terhadap teks-teks budaya dan dokumen teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Minahasa, dengan konsep seperti “Kase” dan “Pakatuan wo Pakalawiren”, serta adat seperti “Mapalus”, merupakan locus theologicus yang vital namun terancam punah dan reduksi makna. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model operasional Schreiter Menerima, Membersihkan, Mengangkat, Menguduskan secara spesifik pada konteks Minahasa. Aplikasi model ini berhasil merancang strategi konkret, mulai dari integrasi bahasa dalam liturgi, pemurnian kritis elemen adat, pengangkatan filosofi Mapalus sebagai model diakonia, hingga pengudusan ritus adat dalam sakramen. Simpulannya, Pendekatan Pastoral Kebudayaan tidak hanya efektif untuk melestarikan warisan, tetapi juga untuk memperkaya kehidupan beriman dengan membangun jemaat yang kontekstual dan beridentitas kuat, sehingga menjawab akar masalah dikotomi iman dan budaya.
Copyrights © 2025