Jurnal Terapan Abdimas
Vol. 11 No. 1 (2026): Article in Press

PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA SEBAGAI BEKAL WIRAUSAHA ALUMNI SISWA SMK PSM TAKERAN MAGETAN

Mulyati, Tatik (Unknown)
Imron, Mohammad (Unknown)
Istiqaroh, Choirum R. (Unknown)
Muhammad, Rabhi F. (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jan 2026

Abstract

Abstract. The low interest in entrepreneurship is experienced by the majority of high school graduates and equivalent, including graduates of SMK PSM Takeran Magetan. Therefore, various efforts to foster entrepreneurial spirit and improve entrepreneurial skills for students and graduates need to be carried out. Improving entrepreneurial skills can be done by utilizing opportunities and potential in the surrounding environment, such as utilizing abundant coconut fiber waste in the Takeran Magetan area. Therefore, this community service activity was carried out with the aim of providing skills training to alumni of SMK PSM Takeran students who did not continue to higher education so that they are able to process coconut fiber waste into creative and marketable products such as kokedama pots, doormats, and organic planting media. The scope of activities includes entrepreneurship education, coconut fiber processing practices, and simple product marketing. The implementation method includes initial observation, counseling and training implementation. This activity was carried out for two days at the Takeran Islamic boarding school where the students live, involving resource persons from local business actors. The results of the training showed that of the 30 participants, 22 were able to independently produce at least two types of coconut fiber products, including doormats, pots, and organic planting media. Furthermore, the participants' entrepreneurial spirit increased from 20% at the beginning of the training to 70% at the end. The activity contributes to strengthening the motivation and entrepreneurial skills of youth entrepreneurship in rural areas, particularly among alumni of SMK PSM Takeran-Magetan.   Abstrak. Rendahnya minat berwirausaha dialami oleh sebagian besar lulusan siswa SMA sederajat, termasuk lulusan SMK PSM Takeran Magetan. Oleh karena itu, berbagai upaya membangkitkan semangat wirausaha dan meningkatkan skill berwirausaha bagi para siswa dan lulusan perlu dilakukan. Peningkatan skill wirausaha bisa dilakukan dengan memanfaatkan peluang dan potensi yang ada di lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan limbah sabut kelapa yang melimpah di wilayah Takeran Magetan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan pelatihan keterampilan kepada alumni siswa SMK PSM Takeran yang tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi agar mampu mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk kreatif dan bernilai jual berupa pot kokedama, keset, hingga media tanam organik. Lingkup kegiatan mencakup edukasi kewirausahaan, praktik pengolahan sabut kelapa, dan pemasaran produk secara sederhana. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyuluhan dan pelaksanaan pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di pondok pesantren Takeran tempat siswa bermukim dengan melibatkan narasumber dari pelaku usaha lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 30 orang yang mengikuti pelatihan, 22 orang mampu menyelesaikan minimal dua jenis produk dari sabut kelapa secara mandiri, yang meliputi produk keset, pot dan media tanam organik. Selain itu, semangat berwirausaha peserta meningkat dari 20% di awal kegiatan menjadi 70% di akhir kegiatan. Dengan demikian kegiatan ini telah berkontribusi memperkuat motivasi dan keterampilan kewirausahaan pemuda di daerah pedesaan, khususnya bagi para alumni SMK PSM Takeran-Magetan.    

Copyrights © 2026