Indonesia menempati urutan ke-4 dalam eksportir komoditas perikanan berupa udang. Memiliki area budidaya yang luas mampu membantu Indonesia meningkatkan nilai ekspor pada periode berikutnya. Upaya dalam memenuhi ketersediaan bahan baku udang, peramalan volume ekspor menjadi kunci dalam membuat perencanaan yang efektif. Beberapa metode peramalan yang dapat digunakan diantaranya linear Regression, Moving Average, Weighted Moving Average, Exponential Smoothing, dan Exponential Smoothing With Trend. Pengukuran error sebagai evaluasi dilakukan dengan mengukur menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode yang paling efektif dalam peramalan volume ekspor udang adalah metode Linear Regression. Metode ini menghasilkan nilai MAD, MSE dan MAPE paling kecil dibandingkan dengan metode lainnya. Dengan demikian, penggunaan metode Linear Regression sebagai landasan yang kuat dalam merencanakan seberapa besar volume ekspor udang yang dibutuhkan pada periode berikutnya secara efektif dan efisien. Hal ini dapat membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dalam manajemen produksi dan persediaan dalam upaya meningkatkan nilai ekspor dan devisa negara. Kata kunci: Peramalan, Volume Ekspor Udang, POM QM
Copyrights © 2025