Penelitian ini mengkaji kritik sosial-politik Orde Baru yang tercermin dalam lirik lagu Mars Penyembah Berhala karya Majelis Lidah Berduri. Lagu tersebut diposisikan sebagai medium ekspresi seni yang merekam pengalaman kolektif masyarakat terhadap keadaan sosial-politik orde baru. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bentuk kritik sosial-politik dalam lirik lagu serta menafsirkannya dengan kerangka teoritis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis dengan menitikberatkan makna simbolik dalam lirik dan keterkaitannya dengan konteks sosial-politik Orde Baru. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk kritik utama, yaitu realitas kemiskinan struktural sebagai konsekuensi pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan makro, hegemoni media massa yang membentuk kesadaran kolektif seragam sekaligus mengurangi ruang imajinasi publik, dan dominasi militer dalam ruang sipil yang mengaburkan batas masyarakat dan negara. Dengan memadukan teori hegemoni Antonio Gramsci dan konsep cultural industry Adorno serta Horkheimer, penelitian ini menegaskan bahwa musik berfungsi sebagai medium counter-hegemony yang menyuarakan resistensi terhadap praktik otoritarianisme rezim orde baru.
Copyrights © 2025