Artikel ini meneliti kisah para nabi sebelum Nabi Ibrahim (Abraham), sebuah periode penting namun seringkali kurang dieksplorasi dalam sejarah kenabian. Inti permasalahan yang dikemukakan adalah pemahaman yang terfragmentasi mengenai kesinambungan pesan ilahi dan evolusi konsep monoteisme sebelum era Ibrahim. Studi ini menggunakan analisis naratif dan pendekatan komparatif, merujuk pada teks-teks keagamaan primer dan sekunder untuk mengidentifikasi nabi-nabi utama pra-Ibrahim, ajaran inti mereka yang menekankan tauhid dan perilaku etis, serta konteks sosio-kultural misi mereka. Hasil temuan menunjukkan adanya benang merah bimbingan ilahi yang konsisten menekankan keesaan Tuhan dan kebenaran moral, meletakkan dasar fundamental bagi tradisi kenabian selanjutnya. Simpulan menyoroti peran signifikan para nabi awal ini dalam menetapkan prinsip-prinsip dasar monoteisme dan perilaku etis, menekankan keterkaitan pesan kenabian lintas waktu dan memperkaya pemahaman kita tentang sejarah agama.
Copyrights © 2025