Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Populasi penelitian mencakup seluruh Bank Umum Syariah (BUS) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2019–2024. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 13 bank sebagai sampel dengan total 78 observasi tahunan. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan software Stata, di mana Random Effect Model (REM) terpilih sebagai model estimasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, baik CAR maupun FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA pada taraf nyata 5%. Namun, secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Rendahnya nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 12,82% mengindikasikan keterbatasan variabel independen dalam menjelaskan variasi profitabilitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan anomali kinerja perbankan syariah di masa pemulihan ekonomi (2021–2024), di mana agresivitas pembiayaan dan penurunan penyangga modal tidak linear dengan pertumbuhan laba. Implikasinya, manajemen bank dan regulator perlu meninjau ulang determinan non-tradisional, seperti efisiensi biaya dana dan loyalitas nasabah, untuk menjaga stabilitas profitabilitas dalam kondisi ekonomi yang dinamis.
Copyrights © 2026