Penelitian ini mengkaji serta mengulas kembali bentuk, pelaksanaan, serta dampak ibadah variatif yang diterapkan di Gereja HKBP Pematangsiantar dalam konteks perkembangan zaman dan perubahan budaya jemaat. HKBP sebagai gereja dengan sebuah tradisi liturgi yang kuat dalam menghadapi tantangan baru ketika pola pikir jemaat yang semakin dipengaruhi oleh teknologi dan dinamika sosial modern. Ibadah yang terlalu formal dipandang kurang relevan bagi sebagian jemaat, sehingga diperlukan model ibadah yang lebih kreatif tanpa mengabaikan esensi liturgi gereja. Penelitian ini memeriksa bagaimana ibadah variatif dirancang untuk melihat sejauh mana keaktifan jemaat sebelum dan sesudah implementasinya, serta peran tim pelayan seperti pemusik, song leader, dan worship leader dalam mendukung peribadahan. Melalui pendekatan deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa ibadah variatif berpotensi meningkatkan partisipasi jemaat, khususnya dalam aspek keterlibatan aktif, kesiapan rohani, serta pemahaman liturgis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi sebuah masukan bagi Majelis HKBP Pematangsiantar untuk sebuah pengembangan ibadah yang lebih kontekstual dan membangun kehidupan berjemaat yang dinamis
Copyrights © 2025