Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab kritik John Wansbrough terhadap sistematika Al-Qur`an, khususnya pernyataan Wansbrough bahwa ayat-ayat Al-Qur`an tidak memiliki susunan yang teratur. Menurut Wansbrough dalam Qur`anic Studies (1977), Wansbrough percaya bahwa Al-Qur`an tidak memiliki kerangka kerja atau struktur yang koheren. Dengan menggunakan ilmu munâsabah (hubungan) sebagai alat untuk memahami koherensi Al-Qur`an, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk menilai keyakinan Wansbrough, dengan berkonsentrasi pada teknik-teknik kritik bentuk dan kritik sumber. Menurut penelitian ini, munâsabah memberikan dasar yang kuat untuk membantah pernyataan-pernyataan Wansbrough. Studi ini menunjukkan bagaimana munâsabah mengungkapkan hubungan tema yang mendalam dengan memeriksa ayat-ayat yang dianggap tidak sistematis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, ilmu munâsabah adalah cara yang efektif untuk memahami koherensi Al-Qur`an dan menjawab para pengkritiknya. Keyakinan umat Islam terhadap keabsahan dan kesempurnaan teks suci mereka dapat diperkuat oleh karya ini.
Copyrights © 2026