Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberitaan media massa tentang demokrasi terhadap strategi komunikasi publik kehumasan di perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui survei terhadap petugas kehumasan perguruan tinggi. Kerangka teoretis penelitian didasarkan pada Teori Konstruksi Sosial Realitas dan Teori Strategi Komunikasi untuk menjelaskan hubungan antara konstruksi realitas oleh media dan respons komunikasi institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberitaan media massa mengenai demokrasi dengan strategi komunikasi publik kehumasan perguruan tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi komunikasi kehumasan lebih ditentukan oleh faktor internal organisasi, seperti kebijakan institusional, budaya akademik, kompetensi praktisi humas, gaya kepemimpinan, dan ketersediaan sumber daya, dibandingkan oleh tekanan eksternal dari pemberitaan media. Perguruan tinggi memiliki mekanisme internal yang kuat dalam menjaga otonomi akademik dan independensi intelektual dalam pengambilan keputusan komunikasi. Praktisi kehumasan cenderung menerapkan pendekatan selective attention dan risk-based approach dengan merespons hanya isu yang berpotensi berdampak signifikan terhadap reputasi institusi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan kajian komunikasi kehumasan dalam konteks perguruan tinggi Indonesia serta implikasi praktis berupa pentingnya penguatan strategi komunikasi proaktif jangka panjang berbasis nilai institusional dan kebutuhan pemangku kepentingan.
Copyrights © 2026