ABSTRACTAy Island, located in Banda Neira, Central Maluku, is a tourism destination that combines natural beauty, colonial heritage, and the production of nutmeg and kenari. This potential attracts both domestic and international tourists, yet also presents challenges related to social and cultural impacts. This study aims to examine the community’s perspectives on the presence of tourists in Ay Island. A qualitative approach was employed, with data collected through focus group discussions and in-depth interviews involving five active members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and one representative from the Village-Owned Enterprise (BUMNEG) selected using purposive sampling. The findings indicate that local residents generally welcome tourist visits due to opportunities for cultural and linguistic exchange. However, concerns were expressed regarding potential negative impacts, particularly tourist attire considered inconsistent with local social norms and the risk of cultural value degradation. Nevertheless, the community holds high expectations that tourism will foster economic growth and improve access to education. These findings underscore the importance of sustainable tourism management strategies that not only optimize tourism potential for economic development but also safeguard local values for the well-being of Ay Island’s community. To advance these findings, further research should engage other strategic actors beyond the local community (Pokdarwis), including local government, business operators, and tourists to develop both a comprehensive understanding and an integrative governance model for sustainable tourism on Ay Island, Banda Neira.Keywords: Community Perspectives; Tourists; Ay Island; Banda Neira ABSTRAKPulau Ay di Banda Neira, Maluku Tengah, merupakan destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, warisan sejarah kolonial, serta penghasil rempah pala dan kenari. Potensi ini menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara, namun juga menghadirkan tantangan terkait dampak sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji perspektif masyarakat terhadap kehadiran wisatawan di Pulau Ay. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara terhadap lima anggota aktif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan satu perwakilan dari Badan Usaha Milik Negeri (BUMNEG) yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menyambut positif kedatangan wisatawan karena adanya peluang kolaborasi budaya dan bahasa. Namun, masyarakat juga mengkhawatirkan dampak negatif, khususnya gaya berpakaian wisatawan yang dinilai tidak sesuai dengan norma sosial dan risiko degradasi nilai budaya setempat. Meskipun demikian, masyarakat memiliki harapan besar agar sektor pariwisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan akses pendidikan. Temuan ini menekankan pentingnya strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya mengoptimalkan potensi wisata untuk kemajuan ekonomi, tetapi juga menjaga nilai-nilai lokal demi kesejahteraan masyarakat Pulau Ay. Untuk mengembangkan temuan ini, penelitian lanjutan disarankan melibatkan aktor strategis lain di luar komunitas lokal (Pokdarwis), seperti pemerintah daerah, pelaku usaha, dan wisatawan guna membangun pemahaman komprehensif sekaligus model tata kelola yang integratif bagi pariwisata berkelanjutan di Pulau Ay, Banda Neira.Kata Kunci : Perspektif Masyarakat; Wisatawan; Pulau Ay; Banda Neira
Copyrights © 2026