Kemajuan teknologi modern termasuk AI sering kali menjauhkan manusia dari nilai-nilai spiritual dan etika Qur’ani. Karena itu, muncul kebutuhan mendesak untuk meninjau fenomena AI melalui lensa etika Al-Qur’an agar perkembangan teknologi tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan. Penelitian metode library research dan pendekatan tafsir maudhu‘i yang dipadukan dengan analisis etik-teologis. Sumber data dalam penelitian ini meliputi Al-Qur’an dan Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab serta buku dan jurnal yang membahas etika Islam, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah kategorisasi ayat-ayat serta interpretasi makna etisnya dalam konteks fenomena AI. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Al-Qur’an selaras dengan pengembangan kecerdasan buatan dengan adanya perintah kepada manusia untuk mengamati, meneliti, dan menggunakan akal untuk memahami ciptaan Allah. Prinsip-prinsip etika al-Qur’an menjelaskan bahwa penggunaan teknologi harus didasarkan pada prinsip tanggungjawab, keadilan, keseimbangan, kebaikan dan keihlasan. Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab memberikan dasar yang kuat karena seluruh penafsirannya sejalan dengan kesimpulan bahwa AI hanya dapat diterima dalam perspektif Qur’ani apabila dikembangkan berdasarkan akal yang tercerahkan, dijalankan dengan etika yang kuat, dan digunakan untuk memperkuat keadilan serta kesejahteraan manusia. Tafsir al-Misbah memberikan kerangka hermeneutis yang relevan untuk memastikan bahwa inovasi seperti AI tetap berada dalam koridor nilai-nilai ilahiah yang menuntun manusia menuju kebaikan dan kemanusiaan. Dengan demikian, AI harus menjadi inovasi yang selaras dengan nilai-nilai moral dan tujuan
Copyrights © 2025