Transisi menuju ekonomi hijau seringkali menghadapi tantangan implementasi pada tingkat rumah tangga, di mana potensi ekonomi lokal belum terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan. Di Desa Borok Toyang, permasalahan ini termanifestasi dalam bentuk pemanfaatan sumber daya pertanian yang belum optimal dan mempertimbangkan aspek lingkungan serta pengolahan limbah domestik yang belum memadai. Program KKN ini bertujuan untuk mengimplementasikan ekonomi hijau berbasis kewirausahaan (ecopreneurship) untuk memberdayakan ekonomi rumah tangga secara berkelenjautan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tiga pilar kegiatan yang strategis dan mengutamakan insentif langsung kepada masyarakat, yakni: 1) Penguatan ketahanan pangan (food security) keluarga melalui budidaya tanaman hortikultura organik; 2) penerapan prinsip nol limbah (zero waste) melalui pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomis; dan 3) Peningkatan daya saing produk saing melalui workshop pemasaran digital (digital marketing). Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat mengenai konsep ekonomi sirkular, lahirnya inovasi produk ramah lingkungan, serta meningkatnya partisipasi aktif perempuan dan pemuda.
Copyrights © 2025