Pertumbuhan permukiman yang semakin cepat di Papua berpotensi menekan ruang produksi pangan dan meningkatkan kerentanan sistem pangan daerah. Perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali dapat menggeser fungsi lahan pertanian, termasuk sawah, sehingga penting untuk memahami jalur dampaknya terhadap ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan permukiman terhadap ketahanan pangan dengan konversi lahan sawah sebagai variabel mediasi di Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian adalah rumah tangga di wilayah penelitian Papua. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner dan dianalisis menggunakan SEM PLS dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan permukiman berpengaruh terhadap meningkatnya konversi lahan sawah, dan konversi lahan sawah berpengaruh terhadap perubahan kondisi ketahanan pangan. Selain itu, konversi lahan sawah terbukti menjadi mekanisme yang menjembatani pengaruh pertumbuhan permukiman terhadap ketahanan pangan. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penyelarasan kebijakan pembangunan permukiman dengan perlindungan lahan pangan serta penguatan tata kelola ruang agar ketahanan pangan Papua lebih terjaga.
Copyrights © 2025