Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani kopi, serta menguji pengaruh faktor produksi, yaitu Luas Lahan dan Produksi, secara parsial terhadap Pendapatan Bersih petani di Desa Sigarang-Garang, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan inferensial, dengan sampel sebanyak 30 petani kopi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, analisis R/C Ratio untuk kelayakan usaha, dan Regresi Linear Berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Pendapatan Bersih petani adalah sekitar Rp 33.647.505 per tahun. Analisis kelayakan finansial menghasilkan rata-rata R/C Ratio sebesar 7,07, yang menegaskan bahwa usahatani kopi di lokasi penelitian berada dalam kategori sangat layak dan efisien secara ekonomi (R/C > 1). Hasil regresi menunjukkan bahwa model memiliki daya prediksi yang kuat dengan nilai R2 sebesar 80,3%. Secara parsial, Produksi (Kg/Tahun) terbukti berpengaruh sangat signifikan dan positif terhadap Pendapatan Bersih (Sig. 0,000), menggarisbawahi pentingnya upaya peningkatan produktivitas sebagai penentu utama pendapatan. Sementara itu, variabel Luas Lahan (Ha) ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Bersih (Sig. 0,587), mengindikasikan bahwa intensifikasi budidaya lebih penting daripada ekstensifikasi. Disarankan agar petani memperkuat kelembagaan dan meningkatkan nilai tambah produk guna memaksimalkan Pendapatan Bersih.
Copyrights © 2025