Penelitian ini mengkaji menurunnya empati dan solidaritas di kalangan mahasiswa, yang tampak dari melemahnya kepedulian sosial, berkurangnya perhatian terhadap sesama, serta meningkatnya sikap individualistik di lingkungan akademik. Isu ini sangat penting karena empati dan solidaritas merupakan nilai moral inti dalam Islam, yang secara kuat ditekankan dalam hadis-hadis mengenai hak-hak sesama Muslim seperti membantu, memberi salam, menjenguk orang sakit, mendukung yang sedang kesulitan, serta menunjukkan kepekaan emosional. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran bersama dosen dan mahasiswa, penelitian ini menggali bagaimana pemahaman terhadap hadis-hadis tersebut diterima, diinternalisasi, dan diwujudkan dalam perilaku sosial sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang kuat terhadap hadis hak-hak Muslim secara signifikan meningkatkan empati dan solidaritas mahasiswa. Peningkatan ini didukung oleh keteladanan moral dosen, penjelasan kontekstual mengenai makna hadis, serta ruang belajar dialogis yang mendorong mahasiswa menghubungkan teks agama dengan pengalaman hidup nyata. Mahasiswa yang memahami hadis secara lebih mendalam cenderung menunjukkan perilaku sosial yang lebih peduli, mudah membantu, peka terhadap kondisi emosional maupun fisik teman, serta mampu menjaga hubungan harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakter berbasis hadis bukan hanya relevan, tetapi juga sangat mendesak diterapkan di perguruan tinggi Islam. Pendekatan ini dapat membentuk generasi beretika sosial kuat, memiliki kesadaran emosional tinggi, dan berkomitmen pada nilai kemanusiaan yang diajarkan Nabi Muhammad, sehingga menciptakan komunitas akademik yang lebih sehat dan penuh kepedulian.
Copyrights © 2025