Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah melemahnya karakter dan akhlak mulia di kalangan siswa, yang tercermin dari menurunnya disiplin, sopan santun, serta kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Kondisi ini menuntut adanya strategi pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual. Pendekatan tazkiatun nufus atau penyucian jiwa dipilih karena diyakini mampu membentuk perilaku berakhlak melalui proses pengendalian diri, introspeksi, dan pembiasaan amal saleh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari sepuluh siswa madrasah aliyah di Jawa Tengah yang aktif mengikuti program tazkiatun nufus. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema spiritualitas, kedisiplinan, dan akhlak sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tazkiatun nufus efektif dalam membentuk karakter siswa yang sabar, jujur, disiplin, dan berempati tinggi. Proses pembinaan ini menumbuhkan kesadaran moral dari dalam diri, bukan karena paksaan, tetapi dorongan spiritual yang mendalam. Pendekatan ini berimplikasi pada terciptanya lingkungan pendidikan yang religius, harmonis, dan berorientasi pada nilai-nilai moral universal. Dengan demikian, tazkiatun nufus dapat dijadikan strategi alternatif dalam memperkuat pendidikan karakter di lembaga Islam maupun umum.
Copyrights © 2025