Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki berbagai macam masalah kesehatan salah satunya yaitu stunting. Angka prevalensi balita stunting negara Indonesia menempati urutan ke-27 dari 154 negara yang memiliki data stunting dan menjadi urutan ke-5 diantara negara negara di Asia berdasarkan UNICEF dan WHO tahun 2022. Prevalensi stunting negara Indonesia tahun 2022 sebesar 21,6% dan Provinsi Aceh menjadi angka stunting tertinggi ke-5 yaitu sebesar 31,2% berdasarkan data dari Studi Status Gizi Indonesia. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi karena kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu lama sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemodelan Geographically Weighted Regression dan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kasus prevalensi balita stunting pada kabupaten/kota di Provinsi Aceh tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR) dengan fungsi pembobot Fixed Kernel Gaussian. Hasil penelitian menunjukkan variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap kasus prevalensi balita stunting di Provinsi Aceh menggunakan α = 10% yaitu persentase bayi diberi vitamin A (?1), persentase baduta yang pernah diberi asi (?3), persentase perempuan pernah kawin usia 15-49 tahun yang sedang menggunakan alat KB (?4), jumlah tenaga gizi (?5) dan jumlah posyandu (?6). Model GWR dapat memberikan hasil terbaik dengan nilai R2 sebesar 79,30% dibandingkan dengan model OLS sebesar 51,38%.
Copyrights © 2025