Beras merupakan bahan makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Kebutuhan konsumsi beras pada masyarakat yang tinggi menyebabkan harga beras meningkat. Kenaikan harga beras bisa disebabkan dari produksi, persediaan, permintaan, faktor iklim, biaya produksi, dan sebagainya. Tingginya harga jual oleh pedagang tentu saja menjadi masalah yang berdampak merugikan masyarakat terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu dan menimbulkan permasalahan dari pihak pemerintah berkaitan dengan harga beras agar tidak terjadi inflasi maupun deflasi. Maka dari itu, perlu dilakukan analisis statistika untuk meramalkan rata-rata harga beras premium di Jawa Timur menggunakan metode ARIMA dan ARIMAX (ARIMA dengan fungsi transfer) . Kriteria model terbaik berdasarkan nilai RMSE dan MAPE terkecil yang membandingkan model ARIMAX (ARIMA dengan fungsi transfer) dengan model ARIMA menunjukkan bahwa model ARIMA memberikan tingkat keakuratan yang lebih baik untuk meramalkan harga beras premium di Jawa Timur dengan nilai RMSE sebesar 1031,976 dan nilai MAPE sebesar 6,492%.
Copyrights © 2025