Kemandirian pangan Masyarakat perlu di tingkatkan dengan menggunakan inovasi dan kreatifitas sehingga mampu menjadi daya tarik Masyarakat. Dengan memanfaatkan limbah plastik, khususnya galon air minum sekali pakai, yang juga menjadi isu lingkungan yang mendesak, menjadi sangat mungkin untuk menanggapi kedua isu ini dengan memberikan program praktis untuk dilakasanakan oleh Masyarakat. Melalui inisiasi Eco Greenhouse Berbasis Bahan Bekas di Dusun Temu, Desa Sitirejo, Kota Malang. Program ini secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan keluarga sekaligus memberdayakan ibu-ibu PKK Dusun Temu melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang belum optimal dan daur ulang limbah galon bekas sebagai media tanam. Metode pelaksanaan program meliputi tiga tahapan utama: (1) Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi lokasi eco greenhouse yang terstruktur; (2) Perancangan dan pembangunan eco greenhouse sederhana dengan mengintegrasikan sistem semi-hidroponik menggunakan galon bekas; serta (3) Pelatihan komprehensif mengenai teknik penanaman dan pengelolaan tanaman sayuran rumah tangga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK Dusun Temu berhasil diintervensi dengan sarana dan prasarana yang mendukung swasembada pangan. Inovasi utama yang dikembangkan adalah penggunaan sistem self-watering (penyiraman mandiri) dengan bantuan kain flanel dan integrasi kolam bioflok/aquaponik sederhana menggunakan galon bekas untuk menanam kangkung dan memelihara lele. Program Eco Greenhouse ini terbukti efektif dalam memberikan keterampilan praktis, mengurangi volume limbah plastik, dan secara berkelanjutan memperkuat pondasi kemandirian pangan bagi masyarakat Dusun Temu.
Copyrights © 2025