Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada toko klontong yang beroperasi 24 jam melalui pendekatan ergonomi empiris. Aktivitas kerja yang berlangsung tanpa henti berpotensi menimbulkan risiko kelelahan fisik, gangguan muskuloskeletal, serta ancaman keamanan terhadap pekerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan ergonomi empiris dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengukuran fisiologis pekerja menggunakan smartwatch untuk memperoleh data detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen (SpO₂). Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif dan korelasi Pearson untuk menilai hubungan antara penerapan sistem manajemen K3 dan kondisi kesehatan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen K3 berbasis ergonomi empiris mampu mengurangi tingkat kelelahan dan risiko cedera hingga 25%, serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi sistem K3 dengan pendekatan ergonomi empiris dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan efisien pada sektor ritel kecil yang beroperasi 24 jam.
Copyrights © 2025