Kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa program studi Pendidikan matematika masih rendah dan dipengaruhi oleh variasi gaya belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan gaya belajar Kolb, yaitu converger, diverger, accommodator, dan assimilator dalam pembelajaran matematika berbasis Model Eliciting Activities (MEA). Penelitian kualitatif ini melibatkan seluruh mahasiswa semester 3 sebagai populasi sekaligus sampel penelitian sebanyak satu kelas berjumlah 32 orang. Data dikumpulkan melalui angket gaya belajar, tes pemecahan masalah, wawancara, dan dokumentasi. Dari populasi tersebut ditetapkan delapan siswa sebagai subjek wawancara yang mewakili tiap gaya belajar. Wawancara kemampuan pemecahan masalah matematis dilakukan dengan 8 siswa yang terdiri dari 2 siswa pada tiap gaya belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar yang paling dominan adalah converger. Semua tipe mahasiswa mampu memahami masalah, merancang strategi, dan melaksanakan penyelesaian sesuai indikator Polya. Perbedaan tampak pada tahap pemeriksaan kembali: mahasiswa converger dan assimilator hanya meninjau jawaban tanpa mempertimbangkan alternatif lain; mahasiswa diverger memeriksa kelogisan solusi dan membaca ulang pertanyaan; sedangkan mahasiswa accommodator tidak menilai alternatif solusi maupun kelogisannya. Hasil akhir menunjukkan bahwa gaya belajar terutama memengaruhi kualitas refleksi mahasiswa dalam tahap evaluasi pemecahan masalah.
Copyrights © 2025