Kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa sering kali tidak selaras dengan ekspektasi identitas Muslim, tercermin dari tingginya prevalensi mahasiswa yang belum memenuhi standar kelulusan tes di program Bimbingan Baca Al-Qur’an (BBQ) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi peran ibu sebagai Madrasatul ‘Ula terhadap kompetensi literasi Al-Qur’an mahasiswa. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi kasus, penelitian melibatkan lima mahasiswa, empat wali, dan satu pengurus BAQI. Hasil penelitian menunjukkan korelasi linear antara intensitas pendampingan ibu di masa kanak-kanak dengan retensi kemampuan membaca mahasiswa. Teridentifikasi tiga tipologi peran ibu: Pendidik Integratif, Pendelegasi Pasif, dan Fasilitator Ragu. Mahasiswa dengan kemampuan rendah mayoritas berasal dari pola asuh Pendelegasi Pasif, di mana pendidikan diserahkan total ke lembaga luar tanpa pembiasaan di rumah. Hambatan struktural meliputi kelelahan ibu bekerja, religious insecurity, dan disrupsi gawai. Kesimpulannya, intervensi kampus bersifat kuratif dan tidak dapat menggantikan fungsi fundamental keluarga. Revitalisasi peran ibu melalui keteladanan dan manajemen teknologi digital di rumah menjadi prasyarat mutlak bagi keberhasilan literasi Al-Qur’an.
Copyrights © 2025