Industri baterai lithium-ion memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi global, namun proses produksinya menyimpan risiko tinggi terhadap kesehatan pekerja, keselamatan kerja, dan lingkungan hidup. Samsung SDI Hungary sebagai salah satu produsen utama baterai di Eropa menghadapi tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memenuhi standar keselamatan internasional. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3L) di fasilitas tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan tim K3L, serta analisis dokumen internal dan laporan keberlanjutan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan standar ISO 45001 dan ISO 14001 telah meningkatkan kesadaran pekerja terhadap risiko kerja dan pengelolaan limbah berbahaya. Sistem pelatihan keselamatan, penggunaan alat pelindung diri, serta audit internal dan eksternal menjadi bagian integral dari manajemen K3L. Namun, kelemahan masih ditemukan pada aspek ergonomi dan pengendalian emisi, yang tercermin dari kasus paparan debu berbahaya dan denda keselamatan kerja yang mencapai 378 juta forint hingga tahun 2025. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi teknologi pemantauan lingkungan berbasis IoT dan perbaikan desain kerja ergonomis untuk memperkuat efektivitas sistem K3L dan mendukung produksi berkelanjutan.
Copyrights © 2025