Mengenalkan warisan budaya dan sejarah merupakan tantangan yang membutuhkan sumber daya besar seperti dana, media, dan tenaga manusia, namun sering terkendala dalam implementasinya. Pada era digital, teknologi location-based Augmented Reality (LAR) menjadi solusi optimal untuk menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih interaktif dan atraktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi location-based Augmented Reality berbasis ARCore Geospatial API untuk pengenalan warisan dan budaya Puri Kanginan Buleleng. Metode penelitian menggunakan SDLC dengan model waterfall yang terdiri dari tahap analisis, desain, implementasi, testing, deployment, dan maintenance. Aplikasi berfungsi sebagai pemandu wisata yang mengarahkan pengguna, serta menampilkan konten informasi 3D, video, dan animasi. Pengembangan aplikasi menggunakan software Unity 3D untuk pembuatan aplikasi, dan Blender 3D untuk pembuatan model 3D. Konten didukung suara narasi, dan teks dalam dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Hasil penelitian diperoleh dari empat pengujian. Blackbox testing menunjukkan seluruh skenario berjalan sesuai harapan. Uji Ahli Isi dan Uji Ahli Media memperoleh kualifikasi “Sangat Tinggi” dengan kriteria “Sangat Valid”. Uji Respon Pengguna dengan UEQ terhadap 50 responden pengunjung puri, menghasilkan nilai benchmark “excellent” pada enam dimensi dengan nilai rata-rata: daya tarik: 2.61, kejelasan: 2.49, efisiensi: 2.40, ketepatan: 2.35, stimulasi: 2.60, dan kebaruan: 2.38. Sehingga, aplikasi dinilai sangat baik oleh pengguna dari berbagai aspek pengalaman.
Copyrights © 2025