Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran masjid sebagai pusat pembelajaran keagamaan dalam upaya pengentasan buta huruf hijaiyyah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Masjid Raya Al-Falah Sragen. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya para pelaku UMKM yang belum mampu membaca huruf hijaiyyah secara baik dan benar, sehingga berdampak pada rendahnya kualitas praktik ibadah sehari-hari, terutama dalam membaca Al-Qur’an. Melalui program pembelajaran keagamaan berbasis masjid, seperti kajian rutin, kelas baca-tulis Al-Qur’an, dan pendampingan personal, Masjid Raya Al-Falah Sragen berupaya menjadi pusat pemberdayaan spiritual sekaligus pusat edukasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi hijaiyyah para pelaku UMKM, ditandai dengan meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur’an serta tumbuhnya motivasi religius untuk memperbaiki kualitas ibadah. Selain itu, program pembelajaran tersebut turut memperkuat hubungan sosial antara pengurus masjid dan para pelaku UMKM sehingga terbentuk lingkungan keagamaan yang lebih inklusif dan produktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masjid dapat berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat transformasi pendidikan keagamaan yang efektif dalam memberantas buta huruf hijaiyyah di kalangan UMKM
Copyrights © 2025