Pandemi COVID-19 mempercepat perubahan dalam struktur ketenagakerjaan Indonesia dan meningkatkan kerentanan perempuan terhadap kehilangan pekerjaan layak. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi transisi kerja perempuan selama periode 2020–2022. Data SAKERNAS digunakan dalam analisis regresi logistik terhadap tiga jenis transisi, yaitu pekerjaan formal ke informal, formal ke pengangguran, dan informal ke pengangguran. Hasil menunjukkan bahwa usia, wilayah tempat tinggal, status pernikahan, pendidikan, pelatihan vokasional, dan sektor kerja secara signifikan memengaruhi arah transisi. Akses digital meningkatkan peluang kerja informal tetapi juga memperbesar risiko pengangguran tanpa dukungan keterampilan dan perlindungan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif, responsif gender, dan mendukung inklusi digital untuk memastikan transisi kerja perempuan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025